SNOT sering disebut juga Coryza merupakan salah satu dari banyak penyakit pernafsan yang juga dapat menimbulkan suara seperti ngorok. Snot disebabkan oleh bakteri haemophilus paragalinarum yang merupakan bakteri gram negatif, berbentuk batang pendek atau cocobacililli (jika dilihat dengan mikroskop J ), tercat polar, non motil, tidak membentuk spora dan fakultatif anaerob.  Sampai saat ini di Indonesia diketahui ada 3 serotype  Coryza yaitu A, B dan C namun ada serotype lain yang merupakan varian B atau ada juga menyebutkan serotype non-ABC.  Sebenarnya bakteri ini mudah mati jika berada dilur tubuh inang/ unggas yaitu akan mati sekitar 4 jam namun akan sedikit lebih bertahan jika bakteri ini berada dalam eksudat/ lendir/ ingus yaitu bisa antara 1-3 hari.

Banyak obat yang disebutkan mampu mengatasi infeksi SNOT / Coryza seperti preparat tetrasiklin, neomisin dan streptomisin, sulfadimetoksin dll. Akan tetapi saya lebih memilih preparat flumequin yang menurut saya dapat menjangkau ke bagian sinus yang minim pembuluh darah yang membuat tidak semua antibiotic mampu menjangkaunya. Selain itu, untuk mengatasi lender atau ngorok dapat menggunakan CERDEX yangdisemprotkan pada uanggas yang sakit. Sekali penyemprotan sudah langsung terlihat perbedaannya. Saran saya sediakan selalu CERDEX sehingga jika sudah muncul gejala ngorok/ cekrek/ cekres maka langsung bisa ditangani sehingga tidak semakin banyak unggas yang terinfeksi.

CERDEX berbeda dengan obat anti ngorok lainnya yang beredar dipasaran yang umumnya adalah antibiotik. Sebagaimana kita ketahui bahwa (secara sederhana) antibiotik masuk melalui mulut ke saluran pencernaan kemudian diserap oleh usus dan diedarkan ke seluruh tubuh termasuk ke saluran pernafasan untuk membunuh mikroorganisme penyebab ngorok. itu merupakan sebuah proses yang panjang dan tidak fokus pada sumber penyakit. Hal ini berbeda dengan cara kerja CERDEX. CERDEX bekerja langsung ke pusat penyebab ngorok yaitu saluran pernafasan, membunuh kuman, menghancurkan sel yang telah terinfeksi dan mengeluarkan lendir yang menyumbat saluran pernafasan. Jika anda hanya menggunakan antibiotik, bisa saja mikroorganisme penyebab ngorok bisa diatasi namun jika lendir masih menyumbat saluran pernafasan maka ayam akan tetap mengalami kesulitan bernafas yang berlanjut pada penurunan produksi (daging maupun telur), rentan terhadap serangan penyakit lain dan berujung pada kematian.

CERDEX merupakan solusi permasalahan gangguan pernafasan yang selama ini menjadi momok mengerikan bagi para peternak. Ketika ayam tererang infeksi pada saluran pernafasan maka hampir dipastikan akan terjadi penurunan berat badan sampai pada kematian. Terlebih jika penyakit pernafasan tersebut telah berkomplikasi dengan coli maka jumlah kematian akan semakin banyak.

Bukan hal yang baru, ketika gejala ngorok sudah  muncul maka antibiotik saja rasanya tidak cukup efektif meredakan penyakit bahkan semakin banyak yang terserang penyakit dan berujung pada kematian. Hal ini disebakan karena mikroorganisme penyebab penyakit sudah terlanjur berkembang biak diantara sel-sel saluran pernafasan dan muncul lendir. Jika lendir sudah muncul maka ayam akan sulit untuk bernafas karena ayam  tidak memiliki mekanisme untuk mengeluarkan lendir tersebut sehingga akan terjadi stress berat dan daya tahan tubuh akan melemah sehingga infeksi penyakit lainnya akan dengan mudah menyerang. Serangan penyakit lain yang menyertai infeksi saluran pernafasan inilah yang disebut CDR COMPLEX. Antibiotik yang diberikan mungkin bisa menghambat atau membunuh mikroorganisme yang menginfeksi namun tidak membantu dalam mengatasi lendir yang sudah terbentuk. Padahal lendir tersebutlah yang menyebabkan ayam kesulitan bernafas dan menurun daya tahan tubuhnya.

Penyakit-penyakit yang menginfeksi saluran pernafasan umumnya adalah mikroorganisme yang lebih lemah dibandingkan dengan mikroorganisme yang menyerang saluran pencernaan sehingga seharusnya lebih mudah diobati. Akan tetapi kondisi yang terjadi justru sebaliknya, jika sudah muncul ngorok maka susah sekali menghentikan laju penyebarannya. Oleh karena itu kami menghadirkan CERDEX sebagai solusi.

CERDEX mengandung DMSB dan Respiratory Cytotoxin Agent yang telah terbukti efektif mengatasi gejala ngorok pada unggas. CERDEX bekerja dengan cara menghancurkan sel tempat berkembang biak mikroorganisme, membunuh mikroorganisme penyebab ngorok,  dan menghilangkan lendir yang menyumbat saluran pernafasan.

CERDEX digunakan dengan Dosis 20ml/ 15 Litter air yang disemprot kabut pada unggas yang terserang ngorok 2 kali sehari. Tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat efektifitas CERDEX karena umunya pada hari ke-dua sudah terjadi penurunan kasus yang drastis.

CERDEX dijual dengan harga terjangkau yaitu Rp.32.000/ btl 20 ml sehingga tidak memberatkan peternak. Semoga produk kami CERDEX bisa menjadi solusi permasalahan yang sering dihadapi para peternak dan harapan kami dapat memberi manfaat bagi kemajuan duani peternakan di Indonesia. Aamiin..