Pencapaian berat badan (BB) pada ayam pullet (ayam yang siap produksi) menunjukkan bahwa ayam telah siap berproduksi baik secara fisik maupun kesiapan organ reproduksinya. Berat badan ayam pullet yang tidak sesuai standar dan kurang serangan akan mempengaruhi hasil produksi telur, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Saat memasuki masa produksi, ayam dengan BB di bawah standar akan menghasilkan telur berukuran kecil dalam waktu yang relatif lama. Selain itu, periode produksi menjadi mundur dengan jumlah produksi yang rendah. Begitu juga sebaliknya, pertumbuhan BB yang melebihi standar akan menyebabkan produksi telur menjadi turun dengan ukuran yang besar. Selain itu juga sering memicu terjadinya kasus prolapsus. Hal ini disebabkan saat saluran telur (oviduct) berkontraksi untuk mengeluarkan telur akan tertahan oleh lemak abdomen (lemak perut), tidak bisa kembali secara optimal sehingga terjadilah prolapsus. Adanya timbunan lemak tersebut juga akan menghambat proses pembentukan telur (produksi telur rendah).
Oleh karena itu pada masa pullet perlu dilakukan kontrol BB secara ketat, setidaknya 1 minggu sekali dengan jumlah sampel minimal 100 ekor per kandang. BB ayam pullet dikatakan sesuai standar jika ± 10% dari standar berat badan yang dikeluarkan breeder (manual guide). Selain BB keseragaman BB juga harus diperhatikan. Keseragaman yang baik yaitu lebih dari 80%. Saat BB ayam tidak sesuai standar, maka perlu segera dilakukan treatment (penanganan) sehingga BB bisa sesuai dengan standar kembali. Sebagai contoh jika BB kecil, maka ayam dipisahkan dari ayam yang normal dan diberikan tambahan ransum maupun vitamin untuk mengejar ketertinggalan BB.
Pencapaian BB yang sesuai standar dengan keseragaman yang baik (>80%) pada saat ayam siap berproduksi akan mengoptimalkan produksi telur. Selain BB dan keseragaman BB, yang tak kalah penting perlu diperhatikan yaitu kerangka tubuh ayam. Kerangka tubuh ayam harus optimal sebelum umur 12 minggu, karena pada umur tersebut kerangka tubuh ayam sudah mencapai bentuk yang optimal (mencapai dimensi akhir) dan sulit diubah atau diperbaiki. Oleh karena itu sebelum umur 12 minggu berat badan hendaknya sesuai standar.
Agar BB ayam sesuai standar perhatikan hal-hal berikut ini :
  • Masa pemeliharaan periode starter harus benar-benar optimal, yaitu berat badan ayam sesuai standar, jangan sampai kurang. Hal ini disebabkan pertumbuhan periode ini menentukan periode pemeliharaan berikutnya.
  • Kualitas ransum yang diberikan ke ayam harus sesuai dengan kebutuhan ayam, terutama kandungan energi metabolisme dan protein (asam amino) untuk setiap periodenya. Pada periode grower lebih rendah dibanding pada pemeliharaan periode starter dan layer.
  • Jaga kondisi farm agar nyaman untuk pemeliharaan ayam, seperti cukup tersedianya ventilasi udara agar sirkulasi udara lancar sehingga kandang tidak terlalu panas/pengap. Selain itu, agar oksigen tersedia dalam jumlah cukup. Hindari juga hal-hal yang menyebabkan ayam stres
  • Lakukan program kesehatan seperti pemberian antibiotik untuk mencegah adanya infeksi penyakit maupun vaksinasi untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh ayam
  • Lakukan kontrol BB secara rutin dan segera lakukan treatment saat BB tidak sesuai dengan standar