Downer Syndrom atau paraplegia post partum merupakan suatu keadaan yang sering terjadi pada induk hewan yang sedang bunting tua atau beberapa hari sesudah partus yang memyebabkan sapi tidak dapat berdiri, tetapi selalu dalam keadaan berbaring pada salah satu sisi tubuhnya karena adanya kelemahan pada bagian belakang tubuh.

Berberapa faktor yang dapat menjadi penyebab adalah :
  1. Adanya kelemahan badan akibat menerima beban terlalu berat, mis : bunting dengan anak yang terlalu besar, anak kembar, induk yang menderita hidrop allantois
  2. Patah (frakture) tulang femur, sakrum, atau lumbal dan melesatnya (luxatio) pada persendian panggul
  3. Adanya benturan (contusio) pada otot di bagian tubuh sebelah belakang waktu berbaring atau menjatuhkan diri, sehingga ada kerusakan urat daging atau tulang pelvisnya
  4. Adanya osteomalasia karena defisiensi vitamin D (5) pembendungan pembuluh darah pada kaki belakang sehingga menimbulkan gangguan peredaran darah.
  5. Defisiensi Kalsium

SAPI KEKURANGAN MINERAL KALSIUM SAPI AMBRUK SETELAH BERANAK (PARAPLEGIA POSTPARTUM/DOWNER COW SYNDROM)

Gejala :
  1. Secara tiba-tiba induk hewan yang baru saja melahirkan terlihat jatuh dan tidak dapat berdiri karena adanya kelemahan di bagian belakang badannya, gejala ini bisa terlihat 2-3 hari sebelum partus.
  2. Keadaan umum dari tubuhnya tidak terganggu, sensitivitas urat daging paha masih baik, induk berbaring saja tanpa terlihat gejala-gejala kesakitan.
  3. Induk sering berusaha berdiri, kalau berdiri mencoba berjalan sempoyongan, kaki depan dan leher tetap kuat hanya bagian tubuh sebelah belakang yang lemah.
Diagnosa :
  1. Eksplorasi rektal dengan meraba seluruh bagian rongga pelvis dan tulang pelvis.
  2. Sensibilitas urat daging paha baik ditandai dengan bila ditusuk dengan benda tajam memberikan reaksi.
  3. Beberapa hari kemudian induk sapi akan dapat berdiri dengan sendirinya.
Komplikasi yang mungkin terjadi :
  1. Dekubitus : luka pada kulit dan otot, khususnya pada bagian tulang yang menonjol
  2. Prolapsus vagina : karena tekanan pada waktu berbaring oleh rumen terhadap uterus yang masih kontraksi.
  3. Gangguan pencernaan dan timpani : berkumpulnya udara dalam perut disebabkan berbaring diatas lantai kandang yang dingin dalam waktu yang lama.
Pengobatan :
  1. Pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya komplikasi
  2. Saraf di kaki belakang dirangsang dengan memberikan vitamin B1 dan B6.
  3. Sebagai treatmen sapi harus sering di balik, minimal tiap 8 jam agar tidak terjadi ganguan sirkulasi darah pada sisi tertentu sehinggga menyebabkan sapi tidak akan mampu berdiri lagi.
  4. Penyuntikan calsium 100 ml yang diberikan 25% IV dan 75% SC