bebek+petelur TATA LAKSANA PEMELIHARAAN ITIK PETELUR

ITIK PETELUR

Akhir-akhir ini, dokterternak.com banyak mendapat pertanyaan seputar bagaimana tata laksana pemeliharaan itik petelur yang baik sehingga dapat menghasilkan itik dengan produksi yang maksimal. Semoga bermanfaat.

Para pembaca sekalian terutama yang berkecimpung dalam usaha ternak bebek petelur mungkin sudah tau bahwa tata laksana pemeliharaan itik sampai umur 22 minggu merupakan kunci keberhasilan usaha ternak itik petelur. Kesalahan dalam tata laksana ini, terutama dalam formulasi ransum dan pemberian pakan dapat menyebabkan itik kekurangan nutrisi pada masa pertumbuhannya. Hal ini membuat terhambatnya proses kedewasaan kelamin itik sehingga itik belum bisa menghasilkan telur di usia yang diharapkan. Demikain sebaliknya, bila dalam pemberian pakan nutrisinya berlebihan, maka itik akan mengalami dewasa kelamin secra dini sehingga menghasilkan telur lebih awal dari usia yang diharapkan. Hal ini menyebabkan masa telur itik menjadi lebih pendek. Kesehatan dan kebersihan kandang serta upaya pencegahan penyakit juga menjadi prioritas untuk diperhatikan dalam sistim tatalaksana pemeliharaan itik, sehingga pertumbuhan itik tidak terganggu.

Seorang peternak itik harus memiliki ketrampilan dalam memelihara itik, terutama dalam hal memperhatikan tingkah laku itik serta setiap gejala yang menyimpang sehingga dapat segera diketahui penyebabnya dan mencari penyelesaian dengan cepat. Setiap perkembangan tingkah laku dan tampilan itik pada masa pertumbuhan harus selalu diamati dengan cermat terutama anak itik umur 1 hari sampai 2 minggu karena masih dalam tahap penyusuaian dengan lingkungan luar.

Pengamatan itik bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan. Hal – hal yang diamati misalnya seperti apakah nafsu makan itik menurun, apakah ada yang kalah bersaing, apakah diperlukan penambahan tempat pakan dan minum atau apakah perlu anak itik tertentu dipelihara secara khusus, dan apakah lantai kandang sudah perlu dibersihkan (terutama ruang istirahat atau tidur itik).

Selain itu, pengamatan yang penting dilakukan adalah pertambahan berat badan itik. Hal ini karena berat badan sangat terkait dengan masa pertumbuhan itik. Bila anak itik pada umur tertentu belum mencapai berat abda normal, peternak sebaiknya mengambil tindakan untuk menanganinya, misalnya dengan menambah jumlah pakan, menambah tempat pakan, menambah luas kandang, memperbaiki kondisi kandang, dan melakukan pemliharaan secara khusus. Demikain juga sebaliknya, bila berat badan itik melampaui berat normal, pemberian pakan perlu dibatasi. Dengan demikian diharapkan dapat menekan angka kematian akibat itik kelaparan atau dapat dihasilkan itik baya (siap telur ) yang baik dengan prosuksi telur yang tinggi.