Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pakan merupakan pengeluaran terbesar dalam sebuah usaha peternakan yaitu mencapai 70% dari keseluruhan anggaran. Oleh karena itu, managemen yang keliru dapat menyebabkan kerugian besar dan sebaliknya jika kita mampu melakukan managemen yang baik maka keuntungan akan diperoleh. Banyak peternak yang mencoba melakukan pengiritan dalam pakan justru tidak berhasil karena modifikasi yang dilakukan adalah dengan mencampurkan/ mengoplos pakan atau dengan mengurangi jumlah pakan. Hasilnya FCR yang membengkak atau Berat Badan yang tidak mencapai standar. Belum lagi infeksi penyakit yang sangat mudah menyerang akibat defisiensi nutrisi.

Berikut ini akan saya sampaikan informasi cara cerdas dan tepat menghemat pakan yang sudah banyak diketahui oleh peternak namun masih banyak juga yang belum mengetahui. Cara tersebut adalah dengan menggunakan Babby Chicken Feeder (BCF). Informasi ini saya tulis karena terinspirasi oleh tulisan bapak Sopyan Haris pada blog beliau.

Para peternak sekalian, anda tentu mengetahui bahwa selama masa brooding, tanpa disengaja banyak pakan yang terbuang akibat pakan kotor tercampur litter dan kotoran akibat DOC yang naik pada Feed Tray. Hal merupakan faktor yang sangat mempengaruhi performance akhir broiler. Jika tercatat pakan yang dihabiskan dalam 7 hari pertama adalah 190gr/ekor namun sebenarnya lebih dari 10% dari pakan tersebut terbuang percuma. Bila 190gr tersebut benar-benar dikonsumsi ayam maka berat badan umur 7 hari akan sangat baik dan performance akhir panen mendapat FCR dan IP yang bagus.

“Baby Chick Feeder” (BCF) adalah kreatifitas baru pengembangan dari “Feeder Tray” (FT) yang digunakan pada masa brooding atau maksimal selama 15 hari. Dengan BCF pakan tetap dalam keadaan bersih tidak tercampur litter maupun kotoran ayam selama masa brooding karena ayam tidak masuk ke dalam BCF. Berbeda dengan FT dimana ayam dapat masuk dan kaki-nya menginjak serta korak-korek pakan sehingga banyak pakan yang terbuang.

Berdasarkan tulisan pak Sopyan yang didasari percobaan lapangan menunjukan, penggunaan BCF di DOC Broiler ternyata mampu menekan pakan terbuang hingga 30gr/ekor dengan berat badan umur 7 hari maupun hasil panen yang sangat bagus. Bila kita asumsikan bahwa harga pakan komplit starter broiler Rp. 5.000,-/kg, maka artinya terjadi penurunan BEP Broiler sebesar Rp. 150,-/ekor panen. Penurunan BEP ini dalam 2 siklus pemeliharaan mampu mengembalikan biaya pembelian BCF karena 1 BCF dapat digunakan untuk 50 ekor DOC.

Sumber foto : Courtesy Bapak Siswanto

Penghematan pakan sebesar 30gr/ekor tentu akan berpengaruh pada penurunan FCR sekaligus peningkatan IP dan ini akan mempengaruhi insentif performance bagi peternak maupun bagi petugas lapangan khususnya di pola kemitraan inti-plasma broiler. Memang perlu dikaji lebih lanjut besaran selisih pakan, FCR maupun IP ini pada beberapa kondisi yang berbeda. Namun demikian pengaruh penting yang tidak langsung terlihat adalah bahwa bagusnya pencapaian berat badan umur 7 hari akan berkorelasi positif terhadap immunitas, konformasi tubuh yang akan menyebabkan rendahnya % kematian (% mortalitas), tingginya total panen, rendahnya FCR dan akhirnya adalah tingginya IP (Index Performance).

Pengehmatan tersebut akan dapat lebih dimaksimalkan jika sejak DOC masuk sampai panen diberikan Improlin-G. Mengapa demikian, karena Improlin-G mampu meningkatkan fungsi penyerapan makan pada dinding usus selain mensuplai  nutrsi yang penting bagi unggas. Hal ini sudah banyak dibuktikan oleh peternak diberbagai daerah. Selain ayam yang bertambah gemuk, FCR rendah bau kandang jua berkurang drastic. Ini bukanlah teori atau janji semata, akan tetapi hasil nyata penggunaan Improlin-G oleh para peternak. Oleh karena itu, Kami berani menawarkan garansi uang kembali jjika hasil penggunaan Improlin-G tidak memuaskan. >>Untuk informasi lebih lengkap tentang Improlin-G Anda dapat meng-KLIK INI<<