Geliat dunia peternakan mulai semakin terasa kembali akhir-akhir ini dengan dimunculkannya program swasembada sapid an kerbau. Program ini bukan hanya isapan jempol namun sudah sangat banyak langkah kongkrit yang dilakukan pemerintah untuk mensukseskannya, salah satunya ialah dengan membuka ladang penggemabalaan baru di provinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya di pulau Sumba.

Kegiatan ini ditandai dengan berkunjungnya Presiden RI dan jajarannya termasuk mentri pertanian ke pulau Sumbawa setelah pulang dari Australia untuk membahas kerja sama dibidang peternakan dengan pihak Australia. Dimana kita ketahui bersama bahwa Australia merupakan salah satu Negara penghasil sapi potong terbesar dan mempunyai iklim dan kondisi lahan yang tidak jauh berbeda dengan NTT.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementrian pertanian adalah dengan memfasilitasi pengembangan kawasan atau padang penggembalaan dan sekaligus sebagai tempat pelayanan IB, Kesehatan hewan, seleksi ternak, penelitian dll. Kucuran dana yang diberikan oleh pemerintah pusat  kepada provinsi NTT juga tidak main-main yaitu sebesar Rp.447,3 Miliar yang terbagi kepada beberapa eselon 1.  Selain itu, pada tahun 2012 ini kementrian peternakan juga telah mendukung pengembangan peternakan di NTT melalui fasilitasi APBN yang terdiri dari dana tugas pembantuan dan dekonsentrasi sebesar Rp.102,1 M.

Berbagai kegiatan pun sudah dan sedang dilaksanakan oleh instansi yang membidangi fungsi peternakan di NTT aiantaranya seperti penambahan sapi pejantan pemacek sebanyak 850 ekor senilai Rp.9,2 M, pemberian insentif kepada 72 kelompok ternak yang mempunyai sapi atau kerbau bunting sebesar Rp.17,2 M, penyelamatan sapi atau kerbau produkstif yang akan dipotong kepada 39 kelompok ternak senilai Rp.11,8 M, Bansos SMD (sarjana membangun desa) bagi 12 kelompok senilai Rp.3,2 M, pengembangan 3 kelompok LM3 sebesar Rp.335 juta.

Semoga program pengembangan dunia peternakan di Indonesia akan terus menggeliat dan semoga semua masalah dalam pengembangannya dapat diselesaikan dengan menempuh jalan keluar terbaik bagi perkembangan dunia peternakan.

Maju Terus Dunia Peternakan Indonesia!!