Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini banyak terjadi resistensi antibiotik pada ternak, maksudnya ternak2 tertentu udah tidak mempan lagi diberikan antibiotik jenis tertentu. Hal ini juga bisa terjadi pada disinfektan, jika kita tidak melakukan rolling maka bisa jadi akan terjadi resisensi mikroorganisme patogen. Rolling desinfektan bukan penggantian merk desinfektan namun penggantian golongan desinfektan. Golongan desinfektan antara lain halogen, aldehid dan ammonium quartener . Contoh rolling desinfektan yaitu halogen—> ammonium quartener —> aldehid—> Iodine. Rolling ini juga berlaku sebaliknya, yaitu iodine—>aldehid —> AM.quartener —> halogen.  Jangka waktu untuk melakukan rolling desinfektan ini bisa dilakukan setiap 3-4 periode penggunaan desinfektan ini.

Penyemprotan desinfektan sehingga mengenai ayam yang terserang penyakit pernafasan tidak akan memperparah kondisi ayam, asalkan penyemprotan tidak langsung mengarah pada ayam dan jenis desinfektan yang digunakan aman untuk ayam.

Agar daya kerja desinfektan optimal dan ayam aman saat penyemprotan desinfektan tersebut maka perlu memperhatikan beberapa hal berikut :

 PILIH JENIS DESINFEKTAN YANG SESUAI

 

Pemilihan jenis desinfektan hendaknya memperhatikan jenis mikroorganisme maupun ada tidaknya ayam. Spora bakteri, virus tidak beramplop, jamur, bakteri, virus beramplop merupakan urutan mikroorganisme berdasarkan tingkat sensitivitas terhadap desinfektan. Desinfektan dari golongan ammonium quartener (quats), kurang efektif membasmi virus yang tidak beramplop, seperti virus Gumboro, reovirus, avian encephalomyelitis. Hal ini disebabkan desinfektan golongan quats bekerja dengan cara merusak dinding sel agar permeabilitas dinding sel berkurang (bibit penyakit mati). Sedangkan virus-virus tersebut tidak beramplop, tidak memiliki dinding sel, akibatnya Disinfektan tidak efektif.

Pemilihan desinfektan juga harus memperhatikan kondisi ayam. Saat akan digunakan untuk semprot kandang yang ada ayamnya atau desinfeksi air minum, pilih desinfektan yang aman,  Sedangkan saat kandang kosong maka semua desinfektan bisa digunakan.

 DOSIS DAN CARA PEMBERIAN YANG TEPAT

 Dosis desinfektan hendaknya disesuaikan dengan aturan pakai yang tercantum pada etiket atau kemasan produk. Cara aplikasi desinfektan secara semprot hendaknya dilakukan sampai permukaannya basah oleh desinfektan. Kita harus paham bahwa bibit penyakit akan terbasmi saat kontak dengan desinfektan.

GUNAKAN AIR YANG BERKUALITAS

 Air yang digunakan untuk melarutkan desinfektan harus diperhatikan, terutama tingkat keasaman (pH) dan kesadahan air. pH air hendaknya netral atau 5-8 agar desinfektan dapat bekerja optimal. Kandungan ion Ca2+, Mg2+ dalam air atau tingkat kesadahan air juga berpengaruh terhadap daya kerja desinfektan, terutama golongan quats dan iodine. Kualitas air yang tidak sesuai akan menurunkan daya kerja desinfektan. Oleh karenanya perlu dilakukan treatment pada air tersebut sebelum digunakan.  Air yang asam bisa dinetralkan dengan penambahan soda kue atau kapur, sedangkan cuka, asam sitrat atau asam organik dapat digunakan untuk menetralkan air dengan pH basa.


PERHATIKAN ADANYA BAHAN ORGANIK

Feses, sisa litter maupun lendir merupakan contoh bahan organik yang mudah ditemukan di kandang setelah ayam diafkir atau dipanen. Bahan-bahan organik tersebut harus dibersihkan dan dihilangkan dari kandang. Adanya bahan organik ini akan menghalangi kontak antara desinfektan dengan bibit penyakit, akibatnya daya kerja desinfektan membunuh bibit penyakit menjadi terbatas, terlebih lagi desinfektan golongan iodine dan quats .