Para peternak sekalian, mungkin ada sebagian dari Anda yang pernah mengalami kejadian ternak broilernya terkena infeksi colibasilosis pada umur diatas 2 minggu. Nah, pertanyaannya dari mana sumber coli tersebut? Jika dari penetasan tentunya dibawah 1 minggu sudah terlihat abnormalitas/ ketidaknormalan pada anak ayam. Jika dari lingkungan koq sudah umur 2 minggu baru kena, sedangkan sejak DOC sampai besar menggunakan sumber air yang sama dan managerila yang juga sama, jika ada infeksi/ penularan dari lingkungan khan tentunya anak ayam yang lebih rentan koq ini diatas 2 minggu baru kena ? Hhmm…, jadi sebenarnya bagaimana penularannya dan bagaimana cara mencegah serta mengatasinya…?

Sebelum kita berlanjut ke pokok permasalahan, terlebih dahulu membaca artikel kami yang berjudul KUPAS PENYAKIT COLIBASILOSIS PADA AYAM dengan meng >>KLIK INI<<. Pada artikel tersebut dijelaskan secara luas tentang infeksi e-coli pada ayam. Para peternak sekalian, setelah membaca artikel tersebut, anda akan mendapat gambaran tentang gejala penyakit yang terdiri dari infeksi lokal dan infeksi sistemik, cara diagnosis, pencegahan serta pengobatannya.

Para peternak sekalian, patogen pada suatu lingkungan peternkan ayam umumnya bersumber dari 2 peristiwa, yaitu :

  1. Adanya kejadian Omphalitis atau anak ayam yang mengalami infeksi pada tali pusarnya. Infeksi ini umunnya terjadi selama proses penetasan maupun proses pengangkutan DOC tersebut. Hal ini menyebabkan DOC tersebut sebagai sumber penularan coli pada populasi ayam yang ada pada peternakan tersebut.
  2. Adaya sumber kontaminasi yang masuk ke dalam peternakan membawa coli dalam jumlah yang banyak. umumnya sumber kontaminasi tersebut adalah air. Kuman coli yang ada dalam air tersebut secara otomatis akan masuk kedalam tubuh ayam melalui air minum yang telah terkontaminasi. Selanjutnya kuman coli akan dikeluarkan lagi oleh ayam melalui fecesnya.

Para peternak sekalian, sumber kejadian colibasillosis/ infeksi kuman coli pada ayam diatas umur 2 minggu umumnya disebabkan oleh sumber yang ke dua. Melanjutkan pembahasan sumber yang ke dua tadi, maka seiring dengan berjalannya waktu pemeliharaan unggas, jumlah populasi kuman coli pun semakin bertambah banyak didalam kandang yang kuman tersebut telah bercampur dengan debu yang ada pada kandang dan sekitarnya. Kondisi ini lambat laun membuat koli yang menempel pada debu tadi masuk kesaluran pernafasan dan lambat laun menyebabkan peradangan pada kantung udara unggas dan melanjut menjadi peradangan pada selaput hati dan selaput jantung. Ini dapat dilihat jika para peternak sekalian melakukan bedah bangkai maka akan terlihat kantung udara yang normalnya berwarna bening maka jika terinfeksi maka akan berwarna keruh keputihan. Hal yang sama juga tampak pada selaput pembungkus jantung dan selaput pembungkus hati.  Nah, hal itulah yang umumnya menyebabkan kejadian kolibasilosis pada ayam broiler maupun layer umum diatas 2 minggu.

Bersambung ke artikel selanjutnya >>KLIK INI<<

jika ada yang ingin mengkoreksi, melengkapi atau bertanya silahkan asalkan sopan ya….