Pepatah mengatakan “lebih baik mencegah daripada mengobati”.Hal ini berlaku untuk semua jenis penyakit. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pencegahan adalah :

  • Mengurangi populasi bibit penyakit di sekitar ayam dengan istirahat kandang yang baik. Informasi lebih lengkap tentang ISTIRAHAT KANDANG   >>SILAHKAN KLIK INI <<
  • Mencegah kontak antara bibit penyakit dengan ayam dengan Biosecurity yang ketat, termasuk diantaranya mengatur lalu lintas karyawan, pekerja, tamu, kendaraan, hewan piaraan maupun hewan liar yang bisa menjadi sumber penularan
  • Pemeriksaan sumber-sumber air minum karena tidak menutup kemungkinan bibit penyakit masuk melalui air minum.
  • Penyimpanan pakan dan transportasi ransum harus benar
  • Pemberantasan vektor pembawa penyakit seperti tikus dan lalat dengan menggunakan insektisida. Lakukan kontrol yang teratur dan terprogram terhadap rodentia yang berkeliaran di kandang. Berdasarkan pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa vektor tersebut merupakan  sumber penularan yang cukup tinggi
  • Meningkatkan daya tahan tubuh ayam dengan multivitamin yang kompleks serta mudah diserap oleh usus seperti Improlin-G dan Immunose
  • Kandang tidak over crowded dengan ventilasi yang bagus.
  • Kualitas litter atau sekam harus dijaga. Jangan terlalu kering dan jangan terlalu lembab.
  • Pada kasus koksidiosis,  Ookista relatif tahan terhadap desinfektan dan kondisi lingkungan. Cara menghilangkannya ialah memberikan soda kaustik dan pengguyuran air panas (ookista tidak tahan suhu lebih dari 55°C)
  • Segera buang feses ayam yang bercampur dengan darah. Warna merah darah sangat mudah menarik perhatian ayam untuk mematuknya sedangkan kita tahu feses inilah yang menjadi sarana penularan paling efektif
  • Ayam yang positif terinfeksi segera dikeluarkan dari kelompoknya
  • Pemberian koksidiostat secara terus-menerus pada ransum dan vaksinasi koksidiosis. Pemberian vaksin koksidiosis juga menjadi salah satu langkah pencegahan, hanya saja tidak ada kekebalan silang antar spesies Eimeria sp. sehingga strain vaksin koksidiosis harus sama dengan strain koksidia yang menyerang. NE juga dapat dicegah dengan melakukan penggantian ransum secara berkala (periodik) dan pemakaian tepung ikan, gandum dan barley dibatasi (jangan berlebih)