Jenis-jenis Bahan Sanitasi

Bahan/zat antimikroba dapat diartikan sebagai bahan yang dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme mikroba. Zat-zat antimikroba dapat bersifat bakteriostatik (menghambat perkembangan bakteri), bakterisidal (membunuh bakteri), fungisidal (membunuh kapang), fungistatik (mencegah pertumbuhan kapang) ataupun germisidal (menghambat germinasi spora bakteri). Antimikroba merupakan komposisi kimia dan berkemampuan dalam menghambat pertumbuhan atau mematikan mikroorganisme.

Pemakaian bahan antimikroba merupakan suatu usaha untuk mengendalikan mikroorganisme. Pengendalian mikroorganisme adalah segala kegiatan yang dapat menghambat, membasmi atau menyingkirkan mikroorganisme.Tujuan untuk pengendalian mikroorganisme adalah :
1.    Mencegah penyakit dan infeksi;
2.    Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi;
3.    Mencegah pembusukan dan kerusakan bahan oleh mikroorganisme.

Antimikroba dapat dikelompokkan menjadi antiseptik dan desinfektan.Antiseptik adalah pembunuh mikroba dengan daya rendah dan biasa digunakan pada jaringan hidup. Desinfektan adalah senyawa kimia yang dapat membunuh mikroba dan biasa digunakan untuk membersihkan meja, lantai, dan peralatan.Contoh desinfektan yang digunakan adalah senyawa klorin, hipoklorit, dan tembaga sulfat.

Berdasarkan keefektifannya, desinfektan dibagi menjadi tiga kategori yaitu High Level Desinfectans; Intermediate Level Desinfectants dan Low Level Desinfectan dapat dibagi menjadi tujuh kategori utama yaitu : Alkohol, Halogen, Quarternary Ammonium Compounds, Fenol, Kresol, Aldehid, Oksidator.

Golongan alkohol

Golongan alkohol merupakan bahan yang banyak digunakan selain golongan aldehid. Beberapa bahan di antaranya adalah etanol, propanol dan isopropanol. Golongan alkohol bekerja dengan mekanisme denaturasi serta berdaya aksi dalam rentang detik hingga menit dan untuk virus diperlukan waktu di atas 30 menit. Umum dibuat dalam campuran air pada konsentrasi 70-90 %.
Golongan alkohol ini tidak efektif untuk bakteri berspora serta kurang efektif bagi virus non-lipoid. Penggunaan pada proses desinfeksi adalah untuk permukaan yang kecil, tangan dan kulit. Adapun keunggulan golongan alkohol ini adalah sifatnya yangn stabil, tidak merusak material, dapat dibiodegradasi, kadang cocok untuk kulit dan hanya sedikit menurun aktivasinya bila berinteraksi dengan protein . Sedangkan beberapa kerugiannya adalah berisiko tinggi terhadap api/ledakan dan sangat cepat menguap. Secara umum golongan alkohol mempunyai sifat :

  1. Aktivitasnya luas, tidak korosif tapi mudah terbakar
  2. Residunya terbatas karena mudah menguap
  3. Tidak efektif untuk spora, bakteri dan jamur
  4. Sangat baik untuk disinfeksi objek atau instrumen kecil
  5. Efektif jika digunakan dengan konsentrasi 70-90 %

Halogen (iodium atau hipoklorida)
Golongan halogen yang umum digunakan adalah berbasis iodium seperti larutan iodium, iodofor, povidon iodium, sedangkan senyawa terhalogenasi adalah senyawa anorganik dan organik yang mengandung gugus halogen terutama gugus klor, misalnya natrium hipoklorit, klor dioksida, natrium klorit dan kloramin. Golongan ini berdaya aksi dengan cara oksidasi dalam rentang waktu sekira 10-30 menit dan umum digunakan dalam larutan air dengan konsentrasi 1-5%. Aplikasi proses desinfeksi dilakukan untuk mereduksi virus, tetapi tidak efektif untuk membunuh beberapa jenis bakteri gram positif dan ragi.Umum digunakan sebagai desinfektan pada pakaian, kolam renang, lumpur air selokan.Secara umum golongan halogen mempunyai sifat :

  1.  Aktivitasnya luas, tetapi bersifat korosif
  2.  Residunya dan toksisitasnya rendah, tapi menimbulkan warna pada permukaan
  3.  Tidak efektif untuk spora
  4.  Efektif pada konsentrasi rendah

Quarternary Amonium Compounds

  1. Efektif untuk bakteri, jamur dan virus yang vegetatif
  2. Kualitas air sangat mempengaruhi efektivitasnya
  3. Tidak iritasi, tidak korosif dan toksisinya rendah
  4. Sangat baik untuk permukaan yang bersih

Fenol
Fenol merupakan larutan jernih, tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak oleh zat organik. Zat ini bersifat virusidal dan sporosidal yang lemah. Namun karena sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh zat ini, banyak digunakan di rumah sakit dan laboratorium .Secara umum fenol mempunyai sifat berikut :

  1. Aktivitasnya luas, bukan untuk spora
  2. Tosisitas maupun sifat pengkorosifannya rendah
  3. Memiliki residu yang tinggi

Kresol

  1. Aktivitasnya luas, bukan untuk spora
  2. Korosif dan Toksis pada konsentrasi yang tinggi
  3. Residunya sangat baik
  4. Bisa digunakan pada permukaan yang kotor

Aldehida (formaldehida dan glutaraldehida)

Bahan kimia golongan aldehid yang umum digunakan antara lain formaldehid, glutaraldehid danglioksal. Golongan aldehid ini bekerja dengan cara denaturasi dan umum digunakan dalam campuran air dengan konsentrasi 0,5%. Daya aksi berada dalam kisaran jam, tetapi untuk kasus formaldehid daya aksi akan semakinjelas dan kuat bila pelarut air diganti dengan alkohol. Formaldehid pada konsentrasi di bawah 1,5% tidak dapat membunuh ragi dan jamur, dan memiliki ambang batas konsentrasi kerja pada 0,5 mL/m3 atau 0,5 mg/Lserta bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Larutan formaldehid dengan konsentrasi 37% umum disebut formalin dan biasa digunakan utuk pengawetan.Glutaraldehid memiliki daya aksi yang lebih efektif dibanding formaldehid, sehingga lebih banyak dipilih dalam bidang virologi dan tidak berpotensi karsinogenik. Ambang batas konsentrasi kerjaglutaraldehid adalah 0,1 mL/m3 atau 0,1 mg/L. 20

Pada prinsipnya golongan aldehid ini dapat digunakan dengan spektrum aplikasi yang luas, misalkan formaldehid untuk membunuh mikroorganisme dalam ruangan, peralatan dan lantai, sedangkan glutaraldehid untuk membunuh virus. Keunggulan golongan aldehid adalah sifatnya yang stabil, persisten, dapat dibiodegradasi, dan cocok dengan beberapa material peralatan. Sedangkan beberapa kerugiannya antara lain dapat mengakibatkan resistensi dari mikroorganisme, untuk formaldehid diduga berpotensi bersifat karsinogen, berbahaya bagi kesehatan, mengakibatkan iritasi pada sistem mukosa, aktivitas menurun dengan adanya protein serta berisiko menimbulkan api dan ledakan.

Glutaraldehid merupakan salah satu desinfektan yang populer pada kedokteran gigi, baik tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. Aldehid merupakan desinfektan yang kuat. Glutaraldehid 2% dapat dipakai untuk mendesinfeksi alat-alat yang tidak dapat disterilkan, diulas dengan kasa steril kemudian diulas kembali dengan kasa steril yang dibasahi dengan akuades, karena glutaraldehid yang tersisa pada instrumen dapat mengiritasi kulit/mukosa, operator harus memakai masker, kacamata pelindung dan sarung tangan heavy duty. Larutan glutaraldehid 2% efektif terhadap bakteri vegetatif seperti M. tuberculosis, fungi, dan virus akan mati dalam waktu 10-20 menit, sedang spora baru alan mati setelah 10 jam. Sifat-sifat umum golongan aldehid adalah :

  1. Aktivitasnya luas, untuk spora dan jamur
  2. Bisa digunakan pada permukaan kotor
  3. Aktivitas residunya baik
  4. Toksisitasnya rendah

Oksidator

  1. Aktivitasnya moderat, tidak untuk spora
  2. Korosif tapi toksitasnya rendah
  3. Aktivitas residunya rendah
  4. Lebih cocok untuk pembersih dan deodoran