Saat kita membaca manual/ tata cara beternak dari literatur baik dari perusahaan maupun dari buku-buku yang ada di bangku kuliah, sering kita jumpai istilah resistensi mikroorganisme terhadap disinfektan. menyikapi hal tersebut maka disarankan dilakukan rolling atau pergiliran atau pergantian penggunaan disinfektan sehingga mikroorganisme tidak sempat berevolusi menghasilkan keturunan yang kebal/ resisten terhadap disinfektan. (Baca Info rolling disinfektan KLIK INI)

resisten bakteri virus dan jamur terhadap disinfektanResistensi mikroorganisme terhadap desinfektan sangat bervariasi, tergantung pada struktur seluler, komposisi, dan kondisi fisiologisnya. Perbedaan spesies sangat mempengaruhi kepakaan terhadap proses desinfeksi.

Resistensi bakteri terhadap desinfektan :

  • Ditentukan oleh perangkat intrinsik yang terdapat didalam tubuh bakteri, juga oleh plasmid yang memilki DNA-ekstramitokondria dan transposon yang memiliki “cassette” DNA
  • Resistensi-intrinsik terdapat pada bakteri Gram-negatif, spora, mikobakteria. Beberapa bakteri membentuk “Biofilm ” sebagai proses adaptasi fisiologis yang dilakukan oleh faktor intrinsik ini
  • Biofilm bakteri yang tumbuh pada peralatan mempunyai resistensi terhadap desinfektan sampai 1000 kali dibanding bakteri biasa

Resistensi jamur terhadap desinfektan :

  • Ditentukan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik
  • Pada mekanisme intrinsik nampak terbentuknya dinding sel khusus yang akan menghalangi masuk dan bekerjanya desinfektan dalam tubuh jamu
  •  Jamur yang memiliki banyak asam linoleat dalam membran plasma akaan lebih resisten terhadap etanol daripada jamur yang banyak memilki asam oleat

Resistensi protozoa terhadap desinfektan :

  • Ditentukan oleh bentuk protozoa nya (kista lebih resisten terhadap desinfekatan)
  • Seperti pada spora yang membentuk dinding kista, mempunyai peran penting sebagai barrier dalam mengurangi efek dari desinfektan
  • Disamping faktor intrinsik, protozoadimungkinkan membentuk biofilm dalam meningkatkan resistensi terhadap desinfektan

Resistensi virus terhadap desinfektan :

  • Pengaruh desinfektan pada virus,dapat diamati pada bagian virus yang berisi lemak (lipid) yg berfungsi sebagai membrane, capsid merupakan protein virus dan genoma virus
  • Kepekaan virus terhadap desinfektan ditentukan oleh adanya selubung lipid (lipofilik) atau tidak mempunyai selubung lipid (hidrofilik)
  • Resistensi virus juga ditentukan oleh adanya agregasi dalam tubuh virus