Selamat pagi para peternak sekalian, beberapa waktu yang lalu ada peternak yang bertanya, mengapa pada vaksin ND (newcaste disease) perlu dilakukan penyuntikan double vaksin sekaligus yaitu vaksin aktif dan inaktif? Nah, sebelum menjawab pertanyaan tersebut maka perlu saya informasikan kembali tentang definisi vaksin aktif dan inaktif terlebih dahulu.

1. Vaksin aktif (live vaccine)
Vaksin aktif dan inaktif adalah penggolongan vaksin berdasarkan sifat hidup antigen. Vaksin aktif mengandung antigen virus atau bakteri yang dilemahkan sehingga diharapkan mampu memperbanyak diri di dalam tubuh hewan yang divaksin hingga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh hewan tersebut. Vaksin aktif sendiri memiliki kelebihan serta kekurangan daintaranya sebagai berikut:

a. kelebihan vaksin aktif:

  • Lebih cepat menghasilkan kekebalan
  • Merangsang pembentukan sistem imun secara luas termasuk respon sel T dan respon mukosa IgA

b. Kerugian vaksin aktif:

  • Dapat berubah menjadi virulen
  • Tidak dapat dilakukan pada hewan yang masih memiliki antibodi maternal (diperoleh saat hewan masih di dalam kandungan induknya atau melalui kolostrum susu dari induk)
  • Vaksin aktif harus disimpan pada suhu rendah yaitu 4 °C atau pada suhu yang lebih rendah untuk menjaga potensi vaksin. Kesalahan dalam menyimpan atau memindahkan tempat dapat membunuh mikroorganisme hidup pada vaksin. Perubahan suhu yang terlalu mendadak dan tinggi, sinar matahari dan ultraviolet, atau radiasi juga dapat mematikan mikroorganisme hidup (virus atau bakteri) dalam vaksin serta dapat menurunkan potensi vaksin.
  • Lebih reaktogenik

2. Vaksin inaktif (killed vaccine)
Vaksin yang berisi mikroorganisme agen penyakit dalam keadaan mati (dimatikan) atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.). Biasanya vaksin inaktif di dalamnya dicampurkan atau ditambahkan oil adjuvant untuk perpanjangan immunitas dan mengurangi jumlah mikroorganisme yang digunakan. Ajuvant yang digunakan dapat berupa aluminium hidroksida, aluminium fosfat untuk mengadsorpsi antigen pelarut atau lanolin untuk mengemulsikan antigen, maupun β-propiolakton.

a. Keuntungan vaksin inaktif:

  • Aman karena tidak ada resiko jadi virulen
  • Mudah diproduksi dan disimpan
  • Toleransi lebih baik

b. Kerugian vaksin inaktif:

  • Memerlukan penggunaan berulang (booster) untuk mempertahankan proteksi
  • Rangsangan imunitas seluler dan mukosa kurang
  • Pada keadaan tertentu dapat menimbulkan penyakit karena imbalans respon imun

Nah, yang menjadi pertanyaan mengapa virus yang telah dimatikan bisa menstimulasi pembentukan antibodi? Ternyata, meskipun telah dimatikan namun sisi antigenik dari tubuh virus harus tetap utuh, tidak boleh pecah atau rusak. Jika sisi antigenik ini rusak, misalnya karena vaksin telah disimpan di freezer sehingga sempat membeku maka vaksin tidak bisa menstimulasi pembentukan antibodi secara optimal. Untuk membedakan kedua jenis vaksin ini biasanya pihak produsen membuat Kemasan yang berbeda, yaitu vaksin aktif biasanya dikemas dengan kemasan vial dan berbentuk kering beku sedangkan vaksin inaktif dikemas dalam botol dan berbentuk suspensi atau emulsi.

Nah, kembali ke pokok pertanyaan yaitu mengapa perlu dilakukan vaksinasi aktif dan inaktif ND secara bersamaan? Para peternak sekalian, ada beberapa sebab yang mendasari para praktisi perunggasan menyarankan vaksin ND  pertama yaitu di umur 4 hari menggunakan kombinasi vaksin aktif (live) sekaligus inaktif (killed) yaitu diantaranya :

  1. Stres vaksinasinya akan relatif lebih ringan dibandingkan jika vaksinasi dilakukan secara terpisah. Selain itu,kedua vaksin tersebut (aktif dan inaktif) mempunyai cara kerja yang berbeda-beda (jalurnya masing-masing) dalam menimbulkan kekebalan terhadap virus ND sehingga tidak mengganggu satu sama lain. Vaksinasi ND aktif pertama yang diberikan secara tetes mata/ hidung/spray berperan sebagai priming vaksinasi untuk menggertak pembentukan kekebalan lokal di saluran pernapasan bagian atas. Kekebalan lokal ini berfungsi sebagai penjaga pintu gerbang masuknya virus ND ke dalam tubuh ayam. Sedangkan vaksin ND inaktif berfungsi membentuk kekebalan spesifik yang beredar di dalam darah (kekebalan humoral). Kekebalan spesifik ini beredar ke seluruh jaringan tubuh dan bekerja secara ekstraseluler. Jadi virus ND yang lolos dari jurus vaksin aktif maka akan dapat dihambat dengan jurus vaksin inaktif.
  2. Kombinasi kekebalan lokal dan humoral yang dibentuk oleh kedua jenis vaksin ini telah terbukti di lapangan dapat memberikan perlindungan optimal pada ayam dari serangan virus ND. Terkait dengan mekanisme pembentukan antibodi kedua vaksin tersebut, antibodi vaksin aktif akan mulai terbentuk pada 3-4 hari post vaksinasi dan mencapai standar protektif pada 2-3 minggu post vaksinasi. Sedangkan vaksin inaktif mulai terbentuk pada 6-7 hari post vaksinasi dan akan mencapai standar protektif pada 3-4 minggu post vaksinasi. Kekebalan hasil vaksinasi aktif cepat terbentuk tapi cepat turun, sedangkan kekebalan vaksin inaktif lambat terbentuk tapi bertahan lebih lama. Oleh karena itu, saat vaksinasi menggunakan vaksin aktif sekaligus inaktif, antibodi yang pertama bekerja berasal dari vaksin aktif, kemudian baru dilanjutkan antibodi dari vaksin inaktif. Jadi, saat titer antibodi vaksin aktif mulai turun, titer antibodi hasil vaksin inaktif masih di atas protektif (melindungi).

Meskipun demikian, hal ini tentu bukan hal yang “saklek” atau paten. Dalam pengambilan keputusan dalam penyusunan program vaksin banyak hal yang juga harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, saran saya tidak ada salhnya anda berkonsultasi dengan dokter hewan setempat atau petugas peternakan baik dari pihak pemerintah maupun swasta yang paham tentang ilmu imunologi serta kondisi setempat.
Semoga apa yang kami bagikan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian…