Beberapa daerah di Indonesia mulai turun hujan bahkan ada yang sampai banjir. Saat kondisi lembab seperti dimusim hujan seperti ini  terjadi kendala dalam proses pengeringan bahan baku pakan seperti jagung, bekatul (proses pengeringan padi) dll. Bukan hanya itu, pakan  telah kering pun bisa dengan mudah meningkat kadar airnya, terutama bahan baku yang sifatnya higroskopis. Kondisi penyimpanan yang kurang tepat, seperti terkena tampias air hujan, dinding yang lembab dan sistem sirkulasi udara yang tidak baik akan memicu tumbuhnya jamur. Fakta lapangan yang mudah ditemukan ialah sering ditemukan jamur tumbuh di jagung giling yang disimpan di karung. Para peternak sekalian mungkin pernah mengalami juga yaitu saat dibuka karung jagung akan terasa lebih hangat dan seringkali akan muncul titik-titik putih keabu-abuan. Ini juga jika dilakukan penyinaran dengan sinar UV dalam kondisi gelap maka akan tampak bercahaya. Itulah jamur yang mengkontaminasi. Bukan pada jagung yang telah digiling, pada pada biji jagung utuh yang disimpan dibagian pangkal biji yang dulu menempel pada tongkol jagung sudah berwarna keabu-abuan. Tidak hanya pada jangung, kontaminasi jamur di pakan jadi pun kadang ditemukan, terlebih lagi saat pakan disimpan di kandang.

Minimnya informasi tenatang penyakit dan efek yang ditimbulkan menyebabkan banyak peternak yang menganggap remeh  jamur padahal pada kenyataanya infeksi jamur ini bisa menyebabkan kematian ayam mencapai 50%. Hal ini karena jamur meneyrang seringkali diikuti dengan infeksi penyakit lain peternak lebih memfokuskan pada infeksi ikutan. Infeksi  jamur pun ini bisa menjadi pintu pembuka bagi infeksi penyakit lainnya karena bersifat imunosupresi (melemahkan sistem pertahanan dan kekebalan tubuh), terlebih lagi jika jamur tersebut menghasilkan metabolik sekunder berupa mikotoksin (racun jamur). Peternak pun menganggap kerugian dari infeksi jamur tidaklah sebesar infeksi virus sehingga cenderung diabaikan.

Pola infeksi jamur pun bersifat individual, yaitu ayam yang sakit tidak bisa menulari ayam yang sehat secara langsung. Ayam akan sakit jika dalam tubuhnya terkontaminasi spora jamur atau Candida albicans. Kasus di lapangan menunjukkan infeksi jamur ini berlangsung lama dan sulit diatasi. Pemberian obat hanya mampu mengatasi infeksi sekundernya (bakterial), namun saat pemberian obat dihentikan gejala klinis akan ditemukan  lagi dan ini terjadi secara berulang

Jenis jamur yang bisa tumbuh mengkontaminasi bahan baku maupun pakan sangat banyak. Namun yang sering ditemukan dan perlu diwaspadai adalah Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus dan Candida albicans. Jamur –jamur tersebut tidak hanya mengkontaminasi bahan baku dan pakan namun dapat ditemukan di litter, lantai kayu, debu. Bahkan Candida albicans bisa berkembang dengan mudah di tempat minum yang pembersihannya tidak optimal.

Gejala dan kerugiannya

Aspergillus fumigatus menyerang sistem pernapasan, sedangkan Candida albicans lebih cenderung di saluran pencernaan. Serangan Aspergillus bisa terjadi secara akut dan kronis. Saat Aspergillus menyerang anak ayam umur 2-3 hari post chicks in akan menyebabkan kematian yang sangat tinggi, mulai dari 5% sampai 50% selama 21 hari. Dan ini dinamakan brooder pneumonia. Biasanya kasus ini terjadi karena anak ayam sudah terkontaminasi jamur saat di hatchery atau penetasan. Saat di hatchery ada telur yang pecah karena embrio mati, jamur pun ikut berkembang dan sporanya akan mencemari telur tetas lainnya. Dan saat menetas, anak ayam sudah terkontaminasi jamur. Berbeda halnya dengan serangan Aspergillus bentuk kronis, yang biasanya menyerang ayam dewasa. Ayam akan menunjukkan gangguan pernapasan mirip CRD dengan tingkat kematian rendah. Hanya saja, akan terjadi penurunan berat badan secara cepat. Saat dibedah, akan  ditemukan bungkul-bungkul kekuningan pada kantung udara, paru-paru dan hati. Lain halnya dengan Candida albicans yang menyerang sistem pencernaan bagian atas, seperti tembolok, proventrikulus dan gizzard (ampela).

Pencegahan dan penanganan

Saat terjadi serangan Aspergillosis tidak ada obat yang bisa mengatasinya.Oleh karena itu, langkah pencegahan sangat diutamakan. Sedangkan pada kasus Candida albicans masih ada obat yang bisa membantu mengatasinya.Meskipun demikian, obat yang diberikan sifatnya keras.Langkah pencegahan yang perlu dilakukan terutama saat musim hujan ini antara lain :

  • Usahakan kadar air bahan baku atau pakan < 14%. Jika terpaksa mendapatkan bahan baku dengan kadar air> 14% lakukan pengaturan stok dan bahan baku itu segera digunakan. Jika perlu tambahkan mold inhibitor, seperti asam propionat untuk menghambat pertumbuhan jamur
  • Gunakan pallet di bawah tumpukan pakan. Usahakan pakan tidak menempel pada dinding, berikan jarak minimal 50 cm dari dinding gudang
  • Pastikan gudang atau tempat penyimpanan pakan tidak terkena tampias air hujan, sistem sirkulasi udara lancar dan tidak lembab
  • Hindari penggunaan karung atau zak pakan secara berulang
  • Tingkatkan periode pembersihan mesin grinder maupun mixer
  • Jika teridentifikasi adanya jamur, segera panaskan (> 71-100oC) atau jemur pakan agar jamurnya mati Aspergillus tidak hanya mengkontaminasi pakan, namun juga bisa tumbuh di litter maupun peralatan kandang yang terbuat dari kayu atau bambu maka kebersihan dan kelembabannya harus diperhatikan.
  • Gunakan litter yang kering, tambah ketebalan litter (8-12 cm) dan segera ambil dan ganti litter yang basah.

Perhatian kita saat masa brooding harus lebih ditingkatkan, terlebih lagi serangan Aspergillus akan menimbulkan gejala yang lebih parah saat menyerang anak ayam. Tempat air minum juga harus dibersihkan secara lebih rutin sehingga perkembangan Candida albicans bisa ditekan. Saat Aspergillus menyerang, usaha yang dapat kita berikan adalah menguatkan stamina tubuh dan membantu perbaikan organ-organ yang rusak. Hal ini dilakukan dengan memberikan vitamin dosis tinggi (vitamin HC), pemberian antibiotik untuk menekan infeksi sekuder (bakterial) . Untuk ayam yang kondisinya parah sebaiknya dilakukan peng-culling-an. Dan jika terjadi serangan Candida albicans, pemberian nistatin (100 g/ton) dan copper sulfate (900 – 1.360 g/ton) selama 7-10 hari berturut-turut akan bisa mengatasinya.

bahaya pakan jamur, ayam ssering sakitInfeksi jamur memang terjadi secara individual, ayam yang menghidup spora Aspergillus atau memakan Candida albicans akan menjadi sakit. Meskipun demikian kerugian yang diakibatkannya begitu besar, mulai dari penurunan produksi telur dan berat badan sampai kematian. Tumbuhnya jamur pada pakan juga akan mengambil sebagian nutrisi yang terkandung untuk tumbuh dan berkembangnya jamur sehingga asupan nutrisi tidak tercukupi. Belum lagi, kontaminasi jamur itupun bisa menghasilkan metabolik sekunder berupa mikotoksin (racun jamur) yang sangat stabil (sulit dihilangkan) yang bisa menyebabkan imunosupresi sampai kematian. Saat hujan datang, saatnya memberikan perhatian lebih untuk kasus jamur. Bisa jadi, infeksi jamur inilah yang membuka peluang serangan penyakit virus, seperti avian influenza,newcastle disesase, dll.

Untuk mengatasi efek negatif dari infeksi jamur yang kadang tidak ketahui sumber infeksinya maka alangkah baiknya kita melakukan pencegahan dengan menambahkan suplemen kusus pada pakan atau air minum sehingga tidak terjadi efek negatif dari jamur tersebut. Terlebih suplemen tambahan tersebut juga dapat melindungi dari serangan bakteri-bakteri patogen lainnya. Banyak pilihan yang tersedia di toko peternakan atau poutry shop, namun salah satu yang kami rekomendasikan adalah IMMUNOSE.

Semoga bermanfaat….