Kasus Kambing diare/ mencret yang berujung pada kematian sering kami jumpai pada ternak kambing yang merupakan bantuan dari Dinas/ pemerintah kepada peternak/ masyarakat. Banyak faktor yang menyebabkan kambing diare ini berujung pada kematian namun faktor utamanya adalah karena kurangnya pengetahuan peternak tentang cara pertolongan pertama jika kambing mengalami gejala diare/ mencret.

Para peternak sekalian, kambing yang diare atau mencret bukan sebuah penyakit namun hanya merupakan gejala dari penyakit yang menyerang saluran pencernaan kambing. Ada beberapa faktor penyebab Diare/ mencret pada kambing diantaranya :

  1. Pergantian pakan atau pola pakan yang mendadak
  2. Faktor cuaca, transportasi, kuantitas & kualitas pakan, dll
  3. Infeksi mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, protozoa)
  4. Asidosis rumen

Berdasarkan pemantauan kami di lapangan, dari ketiga faktor penyebab kejadian diare/ mencret pada kambing,  faktor pergantian pakan atau pola pakan adalah penyebab paling umum kambing mencret/diare, terlebih pada kambing bantuan pemerintah kepada peternak. Pertanyaanya mengapa bisa terjadi dan bagaiamana cara mengatasinya?

Para peternak sekalian, kambing bantuan pemerintah umumnya tidak diambil dari satu tempat melainkan diambil dari berbagai tempat kemudian dikumpulkan dan kemudian dibagikan kepada peternak. Pada saat itu, banyak hal yang berubah dibandingkan kondisi sebelumnya seperti lingkungan, kelompok/ kawanan baru, pola pemberian pakan serta jenis pakan yang berbeda. Kondisi yang berubah tersebut sangat rentan menyebabkan kambing stress dan mengganggu bahkan membunuh ‘bakteri baik’ pada lambung kambing. Padahal seperti kita ketahui bahwa kambing adalah hewan ruminansia yang mempunyai lambung lebih dari satu (rumen, retikulum, omasum, abomasum) dan pada proses pencernaanya sangat dibantu oleh peranan ‘bakteri baik’ yang ada pada lambung tersebut. Sehingga jika terjadi masalah dengan bakteri pencernaan maka fungsi perncernaan tidak akan berjalan dengan baik. Akibatnya munculah gejala-gejala seperti diare/ mencret, kebung/ bloat, rumen sarat dll.

Oleh karena itu, jika akan mengganti jenis pakan maka jangan langsung diberikan langsung dalam jumlah banyak. Ternak dibiasakan dulu dengan pakan yang baru sedikit demi sedkit, sampai akhirnya bisa kita ganti dengan pakan jenis lain agar ‘bakteri baik’ dalam lambung kambing tersebut tidak mati dan dapat menjalan fungsinya dengan baik.

Bagaimana jika ternak sudah terlanjur diare/ mencret.

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memperbaiki pola pakan kambing. Jika kita mengetahui jenis pakan yang diberikan ditempat asala atau pakan yang diberikan sebelumnya maka dapat kita lakukan pemberian pakan tersebut. Namun jika kita tidak mengetahui jenis pakan yang diberikan sebelumnya maka kita dapat memberikan pakan yang kaya serat, salah satu contoh terbaik adalah daun jambu biji. Selain mengandung serat, daun jambu biji juga ampuh mengatasi diare. Dan pada banyak kasus yang kami temui, jika kambing diare/ mencret umumnya kambing tersebut akan malas amakan, namun jika disuguhkan daun jambu biji maka kambing langsung dengan lahap menyantap daun jambu biji tersebut, kemungkinan secara insting dia tau bahwa daun tersebut adalah obat untuk mengatasi daire/ mencret.

Selain pemberian daun jambu biji untuk kambing mencret/ diare, para peternak sekalian juga dapat memberikan maka arang pada ternak. Mungking ada yang bertanya-tanya, “koq bisa arang, apa bisa?” Jawabnya bisa dan sudah terbukti. Caranya, ambil arang kayu atau arang rumput, ukurannya satu genggam tangan orang dewasa kemudian masukan ke dalam mulut kambing lewat samping mulut agar tidak tergigit. Untuk arang kayu, pilih arang yang mudah hancur. Biasanya setelah pemberian arang, kambing yang awalnya malas makan langsung mulai semangat untuk makan. Pemberian arang dan daun jambu biji ini minimal diberikan selama 3 – 5 hari, meskipun pada hari pertama pemberian sudah membaik namun harus tetap diberikan agar proses penyembuhannya bisa maksimal.

Bagaimana cara mencegah diare/ mencret dan gangguan pencernaan lainnya pada kambing?

Carannya tentu dengan menerapkan pola pemberian pakan yang baik seperti yang sudah kita jelaskan diatas. Selain itu, kita juga harus memberikan nutrisi yang cukup agar kondisi kambing tetap sehat sehingga memiliki daya tahan tubuh yang bagus untuk menangkal terjadinya penyakit. Pemberian nutrisi ternak bisa melalui pemberian pakan berkualitas dan juga bisa dengan memberikan suplemen tambahan melalui air minum atau langsung ‘dicekokan’ kedalam mulutnya.

Banyak suplemen yang beredar dipasaran dengan berbagai merek namun tidak banyak yang komposisinya terbuat dari bahan alami. Muncul pertanyaan, “Mengapa harus bahan alami? Kalo bahan kimia apa tidak bisa?” jawabanya , bukan tidak bisa, akan tetapi suplemen yang terbuat dari bahan alami akan lebih mudah diserap oleh tubuh dan tidak berbahaya bagi ternak maupun manusia yang mengkonsumsi dagingnya. Untuk pilihan suplemen ternak kambing selama ini kami percayakan pada RUMEN AIDER. Rumen aider diberikan sebelum kambing dibagikan kepada peternak dan sesudah kambing berada dalam masa-masa awal pemeliharaan. Kandungan  natural vitamincheleated mineralasam aminoprebiotik, enzim dan unsur-unsur penting lainnya membuat kambing lebih tahan terhadap stress dan daya tahan tubuhnya meningkat sehingga resiko penyakit bisa dihidari.  Selain meningkatkan daya tahan tubuh, RUMEN AIDER juga terbukti meningkatkan nafsu makan ternak, sehingga ternak yang baru datang yang biasanya berat badannya menyusut drastis dapat dihindarkan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian, untuk pertanyaany dapat dituliskan pada kolom komentar dibawah ini atau dapat mengirimkan pesan ke melalui SMS/ WA kepada kami di nomor : 0853-4321-7300. Terima Kasih