oleh :

drh.Kunta Adnan Sahiman

 

Ruminansia adalah istilah untuk hewan-hewan yang berlambung ganda seperti sapi, kambing, domba dll. Pencernaan hewan ruminansia sangat spesifik, berbeda dengan pencernaan hewan monogastrik (berlambung tunggal) seperti unggas, babi, kuda dll. Banyak mekanisme penghantaran maupun penyerapan yang menarik untuk dibahas dan pada kesempatan kali ini akan sedikit kami bahs terkait kebutuhan mineral pada rumnasia.

Nutisi (zat gizi) merupkan ikatan kimia yang yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan. Nutrisi (zat gizi) yang terkandung dalam pakan akan masuk kedalam tubuh hewan yang dapat digunakan untuk menunjang fungsinya organ dalam rangkaian proses pertumbuhan/ perkembangan, reproduksi dan aktivitas biologi lainnya. Nutrisi tersebut yaitu energi, viamin-vitamin, mineral dan air. Nutrisi tersebut dipeoleh dari ransum yang dberikan kepada ternak. Kebutuhan ternak akan pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi. Jumlah nutrisi setiap harinya sangat tergantung pada jenis ternak, umur, fase pertumbuhan (dewasa, bunting dan menyusui), kondisi tubuh, dan lingkungan tempat hidupya, serta bobot badannya

Mineral merupakan unsur peting dalam tanah, bebatuan, air, dan udara. Sedangkan pada tubuh makhluk hidup sendiri mineral  merupakan suatu komponen penyusun tubuh, 4-5% berat badan kita sendiri atas mineral, sekitar 50% mineral tubuh terdiri atas kalsium, 25% fosfor,dan 25% lainnya terdiri atas mineral lain.

Mineral makro adalah kelompok mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif besar dibandingkan kelompok mineral yang lain, kekurangan unsur mineral ini akan menyebabkan terganggunya proses fisiologis yang terjadi dalam tubuh.  Mineral sangat penting untuk kelangsungan hidup ternak.  Hampir semua mineral ditemukan dalam jaringan ternak dan mempunyai fungsi yang sangat penting dalam proses metabolisme ternak.

Mineral merupakan kebutuhan tubuh manusia maupun hewan yang mempunyai peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, seperti untuk pengaturan kerja enzim-enzim, pemeliharaan keseimbangan asam-basa, membantu pembentukan ikatan yang memerlukan mineral seperti pembentukan haemoglobin. Mineral digolongkan atas mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral mikro dibutuhkan tubuh kurang dari 100 mg sehari.

Contoh mineral makro yaitu Kalsiun (Ca), Fosfor (P), Kalsium (K), Magnesium (Mg), Natrium (Na), Clor (Cl), dan Mineral mikro antara lain : Zn (seng), molybdenum (Mo), mangan (Mn), kobalt (Co), Krom (Cr), nikel (Ni), dan yodium (I), mineral makro dibutuhkan lebih banyak dibandingkan dengan mineral mikro. Mineral tidak dapat dibuat didalam tubuh hewan, sehingga harus disediakan dalam rasum baik dalam hijauan, kosentrat, maupun pakan suplemen.

Lambatnya pertumbuhan ternak dapat disebabkan faktor genetik dan faktor lingkungan.  Faktor lingkungan salah satunya adalah pakan, pakan yang tidak mencukupi kebutuhan mineral tubuh ternak dapat mengakibatkan defisiensi mineral.  Defisiensi mineral, berhubungan dengan kadar mineral dalam tanah  tempat hijauan atau sumber pakan tersebut tumbuh.  Mineral yang dibutuhkan ternak jumlahnya sedikit, namun sangat penting dan diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan.  Kekurangan mineral mengakibatkan ternak mengalami penurunan nafsu makan, efisiensi makanan tidak tercapai, terjadi gangguan pertumbuhan, dan gangguan kesuburan ternak  bibit.  Apabila defisiensi tersebut hebat, gejala klinis dapat terlihat, tetapi bila terjadinya ringan kemungkinan gejala klinis tidak akan terlihat atau sulit terdiagnosa

Mineral merupakan zat makanan yang berperan dalam metabolisme tubuh terutama pada ternak dan keberadaannya dalam tubuh ternak sekitar 5 % dari bobot tubuh ternak. Secara umum diketahui bahwa mineral merupakan bagian dari tubuh yang memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Kalsium, fosfor, dan magnesium adalah bagian dari tulang, besi dan hemoglobin dalam sel darah merah dan iodium dari hormone tiroksin. Selain itu mineral juga berperan aktif dalam berbagai tahap metabolisme, terutama sebagai korektor dalam aktifitas enzim – enzim.

Mineral diperlukan oleh hewan dalam jumlah yang cukup. Mineral berfungsi sebagai pengganti zat-zat mineral yang hilang, untuk pembentukan jaringan-jaringan pada tulang, urat dan sebagainya serta untuk berproduksi.

Mineral secara umum diklasifikasikan menjadi dua golongan berdasarkan jumlah yang dibutuhkan dalam pakan yaitu mineral makro dan mikro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg / hari.Sedangkan mineral mikro dibutuhkan kurang dari 15 mg / hari.

Murtidjo (2007) menambahkan bahwa mineral esensial diklasifikasikan kedalam mineral makro dan mineral mikro tergantung kepada konsentrasi mineral tersebut dalam tubuh hewan atau jumlah yang dibutuhkan dalam makanan.

Berbeda dengan zat makanan lainnya seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral tidak menghasilkan energi. Mineral berfungsi sebagai zat pengatur sehingga proses metabolism dalam tubuh dapat berjalan normal. Hal ini disebabkan mineral dapat mempengaruhi berbagai proses yang ada di dalam tubuh, misalnya ion kalsium atau zat kapur rmempegaruhi proses pembekuan darah. Meskipun secara umum mineral bukan merupakan zat pembangun tubuh, tetapi beberapa mineral berperan sebagai zat pembangun tubuh karena dapat mempengaruhi pembentukan rangka, misalnya kalsium dan fosfor. Mineral juga mengatur tekanan osmosis dalam tubuh dan memberi elektrolit untuk kerja otot dan syaraf. Kebutuhan tubuh terhadap berbagai jenis mineral berbeda. Untuk kesehatan dan pertumbuhan yang normal diperlukan mineral yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kekurangan salah satu mineral dalam tubuh dapat menimbulkan penyakit yang disebut defisiensi mineral.

Mineral bagi ternak ruminansia, selain digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, juga digunakan untuk mendukung dan memasok kebutuhan mikroba rumen. Apabila terjadi defisiensi salah satu mineral maka aktifitas fermentasi mikroba tidak berlangsung optimum sehingga akan berdampak pada menurunnya produktivitas ternak. Mineral secara umum diklasifikasikan menjadi 2 golongan berdasarkan jumlah yang dibutuhkan dalam pakan yaitu mineral makro yang dibutuhkan dalam jumlah lebih besar dan berada dalam tubuh ternak pada level yang lebih tinggi yaitu lebih besar dari 100 ppm yang dinyatakan dalam persen (%) dan mineral mikro yang dibutuhkan dalam jumlah lebih sedikit yaitu lebih kecil dari 100 ppm yang dinyatakan dalam ppm atau ppb. Mineral makro meliputi Ca, P, Mg, Na, K, S dan Cl.

Mineral mempunyai peranan antara lain sebagai komponen struktural organ tubuh dan jaringan, sebagai katalis dalam sistem enzim dan hormon, berperan dalarn konstituen cairan tubuh dan jaringan atau sebagai larutan garam dalam darah dan cairan tubuh lainnya yang berhubungan dengan tekanan osmotik dan keseimbangan asam-basa. Mineral makro berfungsi dalam pembentukan struktur sel dan jaringan, keseimbangan cairan dan elektrolit dan berfungsi dalam cairan tubuh baik intraseluler dan ekstraseluler.

Kekurangan mineral makro dapat menyebabkan terjadinya penurunan produksi dan kualitas susu yang dihasilkan. Pemberian mineral makro yang cukup dalam ransum sapi juga dapat meningkatkan aktivitas mikroba rumen yang pada akhirnya akan meningkatkan metabolisme dari sapi itu sendiri sehingga akan dihasilkan produksi yang meningkat.

Mineral diperlukan oleh hewan dalam jumlah yang cukup. Mineral berfungsi sebagai pengganti zat-zat mineral yang hilang, untuk pembentukan jaringan-jaringan pada tulang, urat dan sebagainya serta untuk berproduksi. Terdapat 22 jenis mineral esensial yaitu tujuh mineral makro dan lima belas mineral mikro. Mineral makro mencakup Kalsium (Ca), Natrium (Na), Kalium (K), Fosfor (P), Magnesium (Mg), Klor (Cl), Sulfur (S) (Underwood danSuttle, 2001).

Unsur mineral makro seperti Ca, P, Mg, Na dan K berperan penting dalam aktivitas fisiologis dan metabolism tubuh (McDowell, 1992).Mineral sangat penting untuk kelangsungan hidup ternak. Hampir semua mineral ditemukan dalam jaringan ternak dan mempunyai fungsi yang sangat penting dalam proses metabolisme ternak. Suplementasi berbagai bahan pada pakan ternak menghasilkan bobot ternak yang meningkat.

Unsur mineral makro seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan fosfor (P) dalam jaringan tubuh ternak sangat dibutuhkan untuk proses fisiologis normal pada ternak yang bersangkutan. Pada proses kebuntingan unsure tersebut sangat diperlukan untuk kesehatan induk maupun fetus yang dikandungnya.

Mineral makro seperti Ca, Mg, Na dan P sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan pH darah dan transmisi syaraf motoric (McDowell, 1985).Peranan mineral penting dalam semua aspek metabolism dalam tubuh dan bilamana menjadi defisiensi atau kelebihan salah satu mineral akan mengganggu proses metabolisme yang dimanifestasikan dalam penurunan produksi atau reproduksi ternak. Mineral Ca, Mg dan P adalah tiga unsur mineral makroessensial yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolism dan fisiologik tubuh ternak terutama pada waktu kebuntingan dimana Ca sangat diperlukan untuk pembentukan tulang pada janin (Darmono, 1995).