SUMBER MINERAL MAKRO PADA RUMINANSIA

oleh :

drh.Kunta Adnan Sahiman

 

Setelah kemarin kita membahas manfaat dan efek kekurangan mineral pada ternak Ruminasia, kali ini akan kita bahas terkait dari bahan apa saja dapat kita peroleh mineral-mineral tersebut.

  • Tepung Kapur

Tepung Kapur adalah hasil dari proses penggilingan batu kapur yang berperan sebagai sumber mineral. Berwarna putih kapur, tidak berbau dan teksturnya berbentuk tepung. Berdasarkan hasilanalisis yang telah dilakukan, tepung batumengandung Ca sekitar 55% yang terikat dalam bentuk karbonat (CaCO3) (UPK dan UPL Kab.Agam, 2003).

Tepung kapur di samping mineral Ca, juga mengandung unsur mineral lain yang dibutuhkan oleh ternak, seperti besi (Fe), fosfor (P) dan magnesium (Mg) (Sarneti, 2004; UPK dan UPL Kab. Agam, 2003). Tepung ini sebagai bahan baku pakan ternak yang berguna sebagai sumber mineral.

  • Garam

Garam  digunakan sebagai sumber Na dan Cl. Penggunaanya dalam pakan maksimal 0, 25%. Jika kelebihan dapat mengakibatkan proses ekskresi atau pengeluaran feses meningkat (Yaman, 2010). Garam yang umum digunakan untuk bahan baku pakan adalah garam dapur berbentuk serbuk yang mengandung yodium sekitar 30-100 ppm.

Garam dapur (NaCI) sering digunakan sebagai tambahan untuk mencukupi kebutuhan kedua mineral yang dikandungnya, yaitu natrium dan klor. Penggunaarmya dibatasi sampai 0, 25% saja, karena jika berlebihan akan mengakibatkan proses ekskresi atau pengeluaran cairan kotoran meningkat.

  • Tepung Kerang

Tepung kerang merupakan bahan pakan sumber mineral yaitu kalsium dan fosfor, termasuk dalam kelas eman dalam klasifikasi bahan pakan secara internasional yang mengandung 1,2% BETN, 43,4% protein kasar, dan 86% bahan kering.Tepung kerang terbuat dari kerang yang digiling halus (Hartadi et all, 1991).

Tepung karang atau CaCO3 merupakan sumber kalsium yang baik mengandung kalsium 38% atau 98% kalsium karbonat, bila menggunakan tepung karang sebagai bahan makanan ternak sifatnya hanya sebagai pelengkap dan tidak harus di tambahkan tujuanya adalah untuk menambah nilai mineral kalsium pada pakan ternak.

  • Tepung Kulit Telur

Sekitar 10% dari bobot telur adalah kulit atau kerabang. Pengolahan kulit telur untuk dijadikan tepung kulit telur (Gambar 4.4) sebagai bahan pakan sumber mineral dapat dilakukan secara sederhana yaitu dengan cara dikeringkan lalu digiling.

Komposisi cangkang telur secara umum terdiri atas : air (1,6%) dan bahan kering (98,4%). Dari total bahan kering yang ada, dalam cangkang telur terkandung unsur mineral (95,1%) dan protein (3,3%). Berdasarkan komposisi mineral yang ada, maka cangkang telur tersusun atas kristal CaCO3 (98,43%) ; MgCO3 (0,84%) dan Ca3(PO4)2 (0,75%) (Yuwanta, 2010)

  • Tepung Tulang

Salah satu sumber mineral makro pakan adalah tepung tulang (Gambar 4.5). Tepung ini mengandung yaitu kalsium 24% dan fosfor 12%. Namun, penggunaannya hanya terbatas sebagai pelengkap jika nutrisi dalam komposisi bahan baku yang ada tidak mencukupi. Pabrik pakan umumnya menggunakan meat and bone meal (tepung daging dan tulang) sebagai sumber mineral dan protein sekaligus. Bahan ini biasanya diimpor dari luar negeri. Penggunaan tepung tulang sudah jarang dilakukan, apalagi sudah banyak sumber mineral sintetis yang diproduksi oleh pabrik pembuat bahan baku pakan maupun farmasi.

Ubi Kayu

Ubi kayu merupakan bahan campuran pakan ternak yang cukup baik.  Potensi limbah ubi kayu tersedia melimpah, khususnya di Propinsi Jawa Timur yang merupakan daerah sentra ubi kayu.  Dari data biro pusat statistik tahun 1995, produksi ubi kayu di Jawa Timur sebesar 3.381.948 ton.  Dari proses pengolahan singkong menjadi tepung tapioka, dihasilkan limbah sekitar 2/3 bagian atau sekitar 75% dari bahan mentahnya.

Limbah ubi kayu yang dapat digunakan sebagai bahan pencampur pakan ternak adalah daun, kulit ubi kayu dan onggok.  Onggok merupakan limbah dari mata rantai proses produksi pembuatan tapioka. Kandungan nutrisi onggok : 1. Energi metabolis (kkal) 3.200 2. Protein (%) 4.60 3. Kalsium (%) 0.32 4. Fosfor (%) 0.03

Kandungan Protein 23-29 %. Protein ampas tahu lebih tinggi dari pada protein kedelai mentah karena telah dimasak. Ampas tahu (Gambar 4.7) dapat disimpan lama bila dikeringkan. Bila basah dibuat Silase tanpa menggunakan stater dan dapat dicampur dengan bahan lain. Disamping memiliki kandungan zat gizi yang baik ampas tahu juga memiliki antinutrisi berupa Asam Fitat yang akan mengganggu penyerapan mineral terutama Ca, Zn, Co, Mg, Cu. Kandungan Ca 0.53% dan P 0, 24%

 

Dedak Padi

Dedak padi (Gambar 4.8) merupakan hasil sisa dari penumbukan atau penggilingan gabah padi. Dedak tersusun dari tiga bagian yang masing masing berbeda kandungan zatnya. Ketiga bagian tersebut adalah:

  1. Kulit gabah yang banyak mengandung serat kasar dan mineral
  2. Selaput perak yang kaya akan protein dan vitamin B1, juga lemak dan mineral.
  3. Lembaga beras yang sebagian besar terdiri dari karbohidrat yang mudah dicerna.

Bahan mineral makro yang terkandung dalam dedak padi adalah kalsium (Ca) 0,20% dan fosfor (P) 1,0 %

Tepung Ikan

Tepung ikan (Gambar 4.9) merupakan salah satu bahan baku sumber protein hewani dan mineral yang dibutuhkan dalam komposisi makanan ternak. Tepung ikan adalah produk berkadar air rendah yang iperoleh dari penggilingan ikan.

Kandungan proteinnya relatif tinggi tersusun oleh asam-asam amino esensial yang kompleks (methionin dan lysin) dan mineral (Ca dan P, serta vitamin B12). Jumlah Kandungan Kalsium (Ca) Tepung Ikan = 3196 mg. Jumlah Kandungan Fosfor Tepung Ikan = 1976 mg.