Panduan Pemeliharaan Itik Secara Intensif

(Bagian kedua)

 

Pada artikel bagian pertama sudah kita bahas bersama terkait seleksi itik, perkandangan dan pakan. Untuk para pembaca sekalian yang belum membaca bagian pertama bisa >>KLIK INI<< untuk membacanya terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke panduan bagian kedua ini. Pada pembahasan Panduan pemeliharaan itik secara intensif bagian kedua ini akan kami bahas terkait tata cara pemeliharaann itik mulai dari DOD atau itik umur sehari sampai masa layer (produksi/bertelur).

 

Pemeliharaan itik

Pemeliharaan anak itik (starter)

pemelihraan itik secara intensif cepat besar telur banyakDalam tatatalaksana pemeliharaan anak itik (DOD) yang peru diperhatikan adalah persiapan kandang indukan. Hal ini penting dilakukan mengingat pada fase tersebut adalah masa kritis, yang sering terjadi kematian akibat kedinginan atau stres dalam pengangkutan. Tahapan – tahapan pemeliharaan anak itik sebagai berikut :

Minggu pertama (hari ke 1-7)

  • Temperatur indukan 29-32,30 C dipasang siang dan malam (sesuikan juga dengan kondisi lingkungan)
  • Pakan diberikan 4 kali sehari, dan dua hari pertama diletakkan di atas koran, sedangkan hari berikutnya pakan diletakkan pada baki atau nyiru. Pakan yang diberikan dalam bentuk tepung atau mash.
  • Perhatikan jumlah tempat pakan dan air minum, apakah jumlahnya sudah cukup atau berlebihan.
  • Pagar pembatas terbuat dari seng digunakan untuk mengelilingi anak itik setinggi ±40 cm, supaya panas dalam indukan tidak menyebar ke mana-
  • Anak itik/DOD dipindahkan ke dalam kandang indukan (brooder house), dan segera diberi air minum dicampur Improlin-G.
  • Pakan diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gram atau 1,3 kg/100 ekor DOD.

 

Minggu kedua (hari ke 8 – 14)

  • Temperatur indukan disesuaikan lagi dan hanya dipasang pada malam hari
  • Sesuaikan luas lantai dengan jumlah anak itik dengan pagar perlu diperlebar lagi dan jumlah tempat pakan dan air minum.
  • Sekam alas kandang yang basah diganti secara teratur.
  • Pakan diberikan sebanyak 40 gram/ ekor atau 4 kg/100 ekor.

Minggu ke 3 (hari ke 15 – 21)

  • Pemanasan dan indukan tidak digunakan lagi
  • Sesuaikan luas lantai kandang dan tempat pakan/minum
  • Anak itik yang pertumbuhannnya kerdil sebaiknya di-culling atau dipisahkan
  • Kebutuhan pakan 60 gram/ekor atau 6 kg/100 ekor

 

Minggu ke 4 dan 5 (hari ke 22 – 35)

  • Itik jantan dan betina sebaiknya dipisahkan
  • Seleksi dapat dilakukan pada anak itik yang cacat dan sakit
  • Penimbangan bobot badan untuk mengetahui pertumbuhan dapat dilakukan secara teratur. Pertumbuhan yang normal mempunyai bobot badan minimal 774,5 gram/ekor. Kebutuhan pakan adalah 65 gram/ekor.
  • Pada minggu ke lima bobot badan normal mencapai 950-1000 gram, dengan konsumsi pakan 88 gram/ekor.

Minggu ke 6 (hari ke 36 – 42)

  • Pakan mulai diganti dengan pakan itik dara
  • Pada umur minggu ke 6 pertumbuhan yang baik sudah mencapai bobot badan 1,211 kg dengan konsumsi pakan 117 – 125 gram /ekor.

Pemeliharaan itik dara (fase grower)

Pemeliharaan itik dara atau fase pertumbuhan perlu diperhatikan luas dan kepadatan kandang, pemberian pakan dan minum, pemberian cahaya yang cukup. Pemberian pakan sebaiknya 3 kali sehari (pagi, siang dan sore), sementara air minum harus selalu tersedia (ad libitum). Selain pemberian pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrien itik fase pertumbuhan, juga kepadatan kandang merupakan faktor penting. Kandang yang terlalu padat dapat menyebabkan lantai kandang cepat kotor. Akibatnya serangan berbagai macam penyakit akan terjadi.

Target pada pemeliharaan fase pertumbuhan ini memperoleh bobot badan ideal berkisar antara 1400-1600 gram. Selain itu, diharapkan juga terjadi proses dewasa kelamin yang tepat waktu. Dewasa kelamin yang terlalu cepat (dini) itik akan bertelur pada umur muda, sehingga telur yang dihasilkan kecil-kecil dari ukuran normal. Sebaliknya, jika dewasa kelamin lambat itik akan terlambat bertelur dan biaya pakan akan lebih meningkat. Pemeliharaan itik fase bertelur (layer) Saat itik memasuki periode bertelur, program pemeliharaan sangat menitikberatkan pada usaha menciptakan itik produktif dan mempertahankan agar tetap stabil. Menurut Martawidaja et al. (2004) ada tiga hal penting yang harus diperhatikan agar itik bertelur dalam kondisi stabil, yaitu:

  1. Ketenangan dan kenyamanan kandang dan lingkungan sekitarnya,
  2. Kesehatan dan kebersihan yang tidak hanya difokuskan pada pada kandang saja, melainkan terhadap itiknya itu sendiri, pakan dan air minum, serta tempat bermain, dan
  3. Ketepatan dalam pemberian pakan, artinya pemberian pakan harus betul-betul sesuai dengan kebutuhan itik, baik kualitas maupun kuantitasnya. Seperti contoh rata-rata itik Alabio mulai bertelur pada umur 5,5 – 6 bulan dengan lama bertelur sekitar 8-9 bulan, kemudian mengalami masa luruh bulu (molting) sekitar 3-3,5 bulan. Pada periode ini faktor yang sangat penting diperhatikan adalah pemberian pakan dan air minum. Contoh kinerja itik Alabio dengan perbandingan beberapa sistem pemeliharaan (Tabel 7).

Tabel 7. Kinerja itik Alabio pada Berbagai Sistem Pemeliharaan

kebutuhan itik mulai dod sampai bertelur cara pemeliharaan itik bebek

Dengan pemeliharaan yang baik dan tentunya dengan izin Allah Ta’ala maka hasil yang memuaskan akan kita dapatkan. Sekian pembahasan terkait tata cara pemeliharaan pada pembahasan bagian kedua ini, selanjutnya pada bagian ke tiga akan kita lanjutkan terkait pembahasan masalah penyakit…

Bersambung….