Panduan/Cara/Tips Membeli dan Memelihara Ternak Baru (Bagian Pertama)

Panduan/Cara/Tips Membeli dan Memelihara Ternak Baru. Membeli ternak baru dari pasar/ peternak tidaklah seperti membeli kendaraan baru dari dealer yang kita bisa coba dan ada masa garansinya. Terkadang ternak sapi/ kambing/ domba yang kita beli dalam keadaan sehat dari paar atau dari peternak setelah beberapa hari kita rawat semakin menurun kondisinya dan bahkan tidak jarang berakhir dengan kematian. Hal tersebut tentu membuyarkan perhitungan keungtungan yang kita harapkan dari hasil beternak. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan dan dilakukan sebelum membeli dan saat memelihara ternak yang baru datang.

panduan kirm kambingOiya, sebelum melanjutkan membaca, saya tegaskan dulu, bahwa artikel ini targetnya adalah para peternak yang bukan dengan latar belakang pendidikan sarjana peternakan atau dokter hewan, sehingga banyak istilah ilmiah yang saya coba terjemahkan dengan agar lebih mudah dipahami. Jadi mohon jangan ada yang protes terkait istilah di kolom komentar yah…hehe

Para pembaca sekalian, sebegaimana yang kita ketahui bsersama ternak yang yang kita pelihara adalah mahkluk hidup sama seperti kita. Ternak tersebut juga bisa sakit/ terluka secara fisik maupun psikis. Nah ternak terluka secara psikis ini biasanya disebut “ternak stress”. Terkadang saat mebeli kita hanya memperhatikan apakah ada kelukaan fisik atau tidak seperti cacat tubuh, sakit pada mata, hidung atau yang lainnya. Namun jarang kita perhatikan luka psikis ini. Pdahal luka yang tidak tampak ini berdampak besar dan sangat sering menyebabkan kematian ternak.Ternak yang kita beli dari pasar ataupun dari peternak juga mempunyai perasaan tidak nyaman, rasa takut, sedih, rasa sakit dan kesemuanya itu dapat memicu terjadinya stress ternak. Mungkin anda bertanya “Wah ternak bisa stress juga?” bisa sekali, dan stress tersebut akan menekan daya tahan tubuhnya sehingga rentan terhadap penyakit. Selain itu. Stress juga secara tidak langsung mengganggu proses pencernaan ternak sehingga tidak jarang banyak ternak yang baru datang mengalami masalah pencernaan seperti penurunan nafsu makan, mencret/ diare, kembung dll. Hal- hal tersebutlah jika tidak ditangani maka tidak jarang ternak yang kita beli akan berkahir dengan kematian.

Sedikit berbagi cerita, Selaku dokter hewan lapangan yang sering sekali saya menangani ternak bantuan pemerintah kepada masyarakat, sering saya jumpai kegagalan bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat disebabkan tidak diperhatikan luka psikis ini. Saat awal penyerahan ternak umumnya ternak dalam kondisi sehat namun setelah beberapa hari mulai muncul keluhan seperti menurunnya nafsu makan sampai pada kematian ternak. Nah, pada banyak kasus yang kami temui, pemberi bantuan hanya menyertakan obat-obatan yang fungsinya untuk mengobati luka fisik saja. Obat-obatan standar yang biasanya diertakan ialah Gusa#ex untuk obat luka agar tidak dihinggapi lalat, Ivom#c sebagai obat kutu/kudis/cacingan, beragam Antibiotik untuk mengatasi diare, vitamin b Plex dan tambahan disinfektan. Obat-obatan tersebut memang bagus, saya juga pakai itu, namun kondisinya ini hewan baru datang, ada masalah yang lebih serius dan ada obat yang jauh lebih penting yang dibutuhkan ternak dibanding obat-obat tersebut.

Carita lagi yah.. semoga tidak bosan. Pernah ada bantuan ternak kambing diwilayah kami dari partai politik kepada masyarakat. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, 250 ekor kepada 3 orang peternak. Dalam pemberian bantuan tersebut sama sekali tidak ada koordinasi dengan petugas medis, langsung dari pihak parpol ke peternak. Kami selaku petugas medis kesehatan hewan baru mengetahui informasi tersebut setelah populasi tinggal 1/3 dari total populasi. Saat kami ke lokasi, peternak bercerita, kematian ternaknya awalnya diare, mencret, penurunan nafsu makan namun setelah disuntik vitamin dan antibiotik beberapa menunjukan perubahan namun akhirnya kembali sakit dan akhirnya mati. Setelah peternak penerima bantuan datang ketempat kami dan kemudian kami bersama-sama menuju lokasi kandang untuk melihat kondisi peternakna ternyata kami temukan banyak sekali permasalahan pada peternakan tersebut salah satunya yang paling besar adalah masalah luka psikis tersebut. Pada saat itu, penanganan yang kami lakukan yang paling awal adalah menyembuhkan luka psikis dan selebihnya adalah penanganan penunjang saja. Hasilnya Alhamdulillah dengan izin Allah Ta’ala kematian berhenti dan kambing mulai tampak enerjik.

Berdaarkan pengamalam pribadi saya yang salah satunya saya ceritakan diatas, saya mengambil kesimpulan (ini kesimpulan saya lho, bisa saja salah) bahwa luka adalah hal pertama yang harus ditangani ketika kita baru mendatangkan ternak. Meskipun tidak dipungkiri bahwa luka fisik juga dapat menyebabkan luka psikis.

BERSAMBUNG….